Pembuluh Darah Otak Pecah! Sempat Kritis di ICU, Kini Pulih Dalam 3 Bulan - Kesaksian Bapak Petrus



Suami saya memiliki riwayat penyakit degeneratif, yaitu hipertensi yang juga merupakan faktor keturunan. Tekanan darahnya relatif terkontrol di kisaran 130–150 tanpa menggunakan obat dokter, melainkan dengan konsumsi produk seperti Chlostanin. Pada tahun 2011, dalam pekerjaannya beliau mengalami tekanan/stres yang cukup berat hingga muncul keluhan pusing, muntah, dan lemas. Kami segera membawanya ke rumah sakit, dan setelah dilakukan MRI, diketahui bahwa pembuluh darah kecil di otaknya pecah dan dinyatakan mengalami stroke. Saat dirawat di ICU, dokter sempat menyampaikan bahwa jika kondisi kesadarannya terus menurun, keluarga harus bersiap untuk kemungkinan terburuk. Atas saran keluarga, kami memutuskan untuk memindahkan perawatan ke rumah sakit lain di Karawaci. Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, dokter menyarankan tindakan medis untuk membantu mengatasi cairan yang terhambat, dengan risiko yang cukup besar jika kondisi pembuluh darah kembali pecah. Selama proses pemulihan, suami saya rutin mengonsumsi produk Chlostanin, Epadha, Dunhard, Issho Kenko, dan Calture. Puji syukur, setelah kurang lebih 3 bulan, kondisi beliau berangsur membaik. Darah mati yang sebelumnya ada sudah hilang, dan keseimbangan tubuhnya mulai kembali normal.



<< Kembali
Live Chat